Charity Run with Downtown Alam Sutera

Charity Run with Downtown Alam Sutera

tfi2b252812529

Pada tanggal 30 Oktober 2016, Himpunan Mahasiswa Statistika Universitas Bina Nusantara bekerja sama dengan Himpunan Mahasiswa Matematika FST Universitas Islam As-Syafi’iyah mengadakan acara sosial dengan tajuk “Charity Run with Downtown Alam Sutera“. Sesuai dengan namanya, acara yang terbuka untuk mahasiswa Universitas Bina Nusantara dan Universitas Islam As-Syafi’iyah, serta masyarakat umum ini pada dasarnya merupakan suatu kegiatan amal yang bertujuan meningkatkan kesadaran publik, khususnya mahasiswa, terhadap penyakit kanker. Berikut pengalaman saya mengikuti acara tersebut.

Terlebih dahulu, izinkan saya untuk memperkenalkan diri. Nama saya Adistianto Yuwono (1801431044), mahasiswa Universitas Bina Nusantara, menjadi peserta (baca: runner) dalam acara ini.

Kala itu hari Minggu jam 6 pagi, dan saya telah berada di lokasi meeting point yang telah ditentukan panitia. Acara dibuka oleh Project Manager dengan sambutan bagi para peserta. Tidak lupa disampaikan adalah tujuan mulia dari diadakannya acara Charity Run ini, yakni untuk membantu dan memberikan dukungan kepada penderita kanker di Indonesia, melalui organisasi non-profit “Bracelet of HOPE“. Sungguh menenangkan hati untuk mengetahui bahwa semua keuntungan, baik yang didapat dari uang pendaftaran, kotak sumbangan, penjualan bracelet dan lain-lain akan disalurkan untuk kegiatan amal yang bermanfaat.

Sekitar pukul 6.30, jalur sepanjang 5 KM yang terdiri dari 3 loop di area Downtown, Alam Sutera, Tangerang menjadi jalur lari bagi para runners. Dimulai dengan adanya confetti serta asap merah, runners mulai menyusuri track sesuai arahan panitia yang berjaga di lintasan.

20161030_081905_richtonehdr

Meski hanya melakukan jogging, tidak terasa 5 KM telah saya lalui. Runners yang telah menyelesaikan lintasan lari 5 KM kemudian mendapatkan medali, serta mendapatkan minuman bervitamin. Saya pun beristirahat di bawah rindang pohon, dan berbincang-bincang dengan teman yang saya temui di lokasi. Peserta kembali dikumpulkan di sekitar area meeting point pada pukul 7.30, untuk pengumuman pemenang serta beberapa pengumuman lainnya. Acara pun kemudian ditutup dan massa lalu dibubarkan.

Mengikuti acara-acara seperti ini menjadi ajakan-ajakan untuk membuka mata dan peduli terhadap sesama kita. Selain itu, kegiatan lari pagi seperti ini tentunya dapat menjadi sarana yang baik bagi diri kita untuk menjaga pola hidup sehat, serta mengurangi stress akibat dari rutinitas sehari-hari.

Step-by-step: Creating Your First Azure Web App

Step-by-step: Creating Your First Azure Web App

Membuat Web Application di Microsoft Azure ternyata cukup mudah. Pada kesempatan kali ini kita akan membahas cara membuat Web Application di Azure secara bertahap. Sebelum memulai, pastikan Anda telah memiliki Microsoft Account yang telah memiliki Microsoft Azure Subscription, ya!

1. Tahap pertama adalah login dengan Microsoft Account yang telah memiliki Microsoft Azure Subscription di portal.azure.com. Setelah proses login selesai, berikut adalah tampilan antar muka Microsoft Azure Management Portal:

Capture0

2. Untuk membuat suatu Web Apps baru, silakan navigasi ke menu New > Web + Mobile > Web AppCapture1

3. Lakukan konfigurasi seperti App Name (ini akan menjadi nama domain Anda dengan format [your_app_name].azurewebsites.net), subscription (bila tidak terseleksi secara otomatis), dan Resource Group.

Dalam contoh berikut, yang diberi kotak merah merupakan isian yang bebas Anda isi, sedangkan pilihan lainnya tergantung dengan berbagai kebutuhan Anda. Untuk percobaan kali ini saya akan menggunakan App Service Plan bernama “ServicePlanSEA” yang berlokasi di Southeast Asia, dengan Pricing Tier “F1 Free”.Capture2

4. Klik “OK” pada lembar App Service plan, dan “Create” pada lembar Web App. Microsoft Azure kemudian akan memulai proses untuk membuat Web App Anda. Tunggu sampai ada notifikasi “Deployment Succeeded” yang menandakan Web App Anda telah sukses dibuat.

Capture3

5. Pada saat ini, Web App Anda telah dapat diakses melalui alamat web: [your_app_name].azurewebsites.net, namun isi nya belum ada apa-apa, hanya landing page standar dari Microsoft Azure. Berikut rupanya:

Capture8

 

Sekarang kita akan mengganti isi dari website yang telah kita buat. Pada kesempatan ini saya akan mencontohkan menggunakan metode FTP (File Transfer Protocol) yang merupakan salah satu metode yang didukung oleh Microsoft Azure. Alangkah baiknya apabila Anda telah memiliki aplikasi FTP Client telah di-install pada PC Anda karena akan memudahkan proses ke depannya. Namun kali ini saya akan menggunakan aplikasi File Explorer bawaan Windows saja.

6. Hal pertama yang akan kita lakukan adalah melakukan Set Deployment Credentials yang dapat diakses melalui halaman properties web app yang kita buat > All settings > Deployment credentials > Set Deployment Credentials. Set username dan password Anda di lembar tersebut dan klik tombol “Save” yang terletak di atas halaman tersebut. Tunggu sampai ada notifikasi “Successfully reset deployment credentials”.

Capture4

7. Berikutnya, kita akan mengakses FTP address yang telah di buat. Untuk itu catat username yang telah buat dan alamat FTP tersebut. Untuk lebih mudahnya, klik tombol copy yang akan muncul ketika kita melakukan hover mouse di atas link tersebut.

Capture15

8. Buka Internet Explorer, masukan FTP address yang telah kita copy di poin 7. Akan muncul pop-up yang menanyakan sign in credentials Anda. Masukan username dan password yang telah Anda Capture5

9. Bila Anda telah sampai pada halaman seperti berikut, berarti Anda telah berhasil. Selamat! Apabila tidak, maka ada kemungkinan Anda perlu melakukan restart Web Apps Anda.

Capture6

10. Buka File Explorer atau FTP Client yang Anda gunakan, akses kembali FTP address seperti yang dijabarkan di poin 7. Bagi pengguna File Explorer, cukup Paste FTP address di address field lalu tekan Enter. Anda akan ditanya kembali mengenai sign in credentials Anda, lakukan seperti di poin 8. Setelah selesai maka akan tampak seperti ini:

Capture11

11. Untuk mengganti landing page dari website yang kita buat, yang harus kita lakukan adalah mengunggah file website kita ke direktori site > wwwroot. Jangan lupa hapus file hostingstart.html, yang merupakan halaman yang kita lihat di poin 5.Capture12.

12. Verifikasi hasil unggahan Anda dengan masuk ke direktori wwwroot melalui IE. Jika proses telah berjalan dengan benar, maka hasilnya akan sesuai dengan file yang telah Anda unggah.

Capture13

13. Buka kembali alamat website anda di [your_app_name].azurewebsites.net. Kali ini seharusnya website Anda telah berubah.

Capture14

Selamat, Anda telah berhasil membuat Web App baru di layanan cloud Microsoft Azure!

Mengenal Microsoft Azure

Mengenal Microsoft Azure

Setelah kita membahas mengenai aspek-aspek dari cloud computing, tidak lengkap rasanya apabila kita belum membahas mengenai salah satu cloud service provider. Untuk itu, mari kita membahas layanan cloud milik Microsoft yang bernama Azure.

Microsoft Azure merupakan cloud computing services yang dibuat oleh Microsoft untuk membangun, menyebarkan, dan mengelola aplikasi dan layanan melalui jaringan data center global yang dikelola oleh Microsoft.
Azure menyediakan layanan SaaS, PaaS dan IaaS dan mendukung banyak bahasa pemrograman yang berbeda, alat dan kerangka kerja, termasuk sistem dan perangkat lunak khusus Microsoft dan pihak ketiga (bahkan Linux!).

Azure mendukung berbagai bahasa pemrograman serta berbagai macam platform.

Mengapa Azure?

Microsoft Azure merupakan kumpulan dari solusi layanan cloud yang terintegrasi, di antaranya adalah analytics, computing, database, mobile, networking, storage, dan web. Microsoft Azure sendiri merupakan salah satu solusi terpopuler yang banyak digunakan oleh berbagai perusahaan besar maupun instansi-instansi kecil di dunia. Berikut alasan-alasan yang menjadikan Microsoft Azure sebagai provider kompetitif di kelasnya:

Kemudahan pakai

01-get-more-doneTools yang terintegrasi, template dan layanan terpadu yang telah disediakan menjadikan pengguna Azure lebih mudah untuk membangun dan mengelola cloud perusahaan, mobile, Web dan aplikasi Internet of Things (IoT) lebih cepat.

Support berbagai macam platform

02-openMicrosoft Azure mendukung beragam pilihan sistem operasi, bahasa pemrograman, rangka kerja (frameworks), tools, database, serta bermacam jenis perangkat. Hal ini memungkinkan pengguna (seperti developer) menggunakan apa yang telah mereka kuasai langsung di dalam Azure.

Data center berada di cloud

03-existing

Layanan Azure memungkinkan pengguna untuk melakukan integrasi solusi IT perusahaan dengan yang dimiliki oleh Azure. Layanan Azure sendiri berjalan di berbagai data center yang dimiliki Microsoft, yang tersebar di 22 wilayah di dunia, termasuk di China – yang terbanyak di antara pesaingnya. Hal ini memberikan banyak opsi untuk pengguna agar memastikan performa yang baik dari aplikasi mereka.

Skalabilitas dan fleksibilitas

04-payLayanan pay-as-you-go yang disediakan oleh Azure memungkinkan pengguna untuk melakukan scale-up maupun scale-down sesuai kebutuhan. Kemampuan Azure yang sangat fleksibel berarti ia dapat digunakan untuk berbagai macam tujuan, dan berbagai ukuran kapasitas.

Proteksi data05-protect

Microsoft adalah cloud service provider pertama yang diakui oleh Data Protection Authorities di Uni Eropa untuk komitmennya dalam memenuhi undang-undang privasi EU yang ketat. Microsoft juga adalah provider pertama yang mengadopsi International Cloud Privacy Standard baru, ISO 27018.

Microsoft Azure juga mengimplementasikan .NET Access Control Service yang menyediakan identifikasi identitas penggunanya dan Security Assertion Markup Language (SAML) yang digunakan aplikasi untuk memberikan otoritas siapa saja yang dapat mengaksesnya.

 

Penerapan dalam Cloud Services

Penerapan dalam Cloud Services

Seperti yang telah kita bahas sebelumnya, cloud services memiliki banyak fasilitas yang dapat digunakan untuk berbagai macam kebutuhan pengguna (organisasi). Dalam penggunaannya, kita harus jelas dalam menerapkan di mana cloud service kita akan digunakan. Mari kita bahas kali ini.

image0.jpg

Penerapan cloud computing dapa diklasifikasikan menjadi 4 jenis, yakni:

1. Private Cloud

Layanan cloud diterapkan pada jaringan pribadi pengguna. Private cloud menawarkan tingkat keamanan dan kontrol terbesar pada pengguna. Di sisi lain, pengguna butuh membeli dan memelihara perangkat lunak dan infrastruktur, yang mengurangi penghematan biaya. Pilihan ini dapat digunakan ketika pengguna merupakan suatu perusahaan yang membutuhkan tingkat keamanan data tertinggi, atau suatu perusahaan yang cukup besar untuk dapat menyelenggarakan cloud data center secara efektif dan efisien seorang diri.

2. Community Cloud

Penggunaan infrastruktur cloud digunakan secara bersama-sama oleh beberapa organisasi yang memiliki kesamaan tujuan dan kepentingan. Misalkan dari sisi visi misi, tingkat keamanan yang dibutuhkan, skalabilitas dan hal lainnya. Community cloud ini merupakan “limited development” dari private cloud.

3. Public Cloud

Layanan dan infrastruktur dapat diberikan melalui jaringan, sehingga dapat digunakan tanpa harus berada di lokasi tertentu. Public cloud menawarkan efisiensi tinggi dalam hal berbagi sumber daya, namun juga lebih riskan daripada private cloud. Salah satu manfaat krusial dari public cloud adalah kemampuan cloud service untuk dapat diakses dari mana saja, sehingga memungkinkan kolaborasi.

4. Hybrid Cloud

Dengan mengkombinasikan berbagai sifat dari private cloud dan public cloud dalam satu service, pengguna dapat menggunakan satu cloud service yang sama dalam setiap aspek bisnisnya dengan efisien. Pada dasarnya terdiri dari berbagai entitas terpisah, yang dihubungkan oleh suatu mekanisme yang memungkinkan adanya komunikasi antar aplikasi dalam jaringan tersebut. Kekurangannya adalah pengguna harus memperhatikan berbagai faktor keamanan yang berbeda dan memastikan bahwa semua aspek bisnis dapat berkomunikasi baik dengan satu sama lain.

Model dari Cloud Services

Model dari Cloud Services

Pada post sebelumnya, kita telah membahas mengenai apa itu cloud computing. Sekarang mari kita bahas model dan karakteristik dari layanan cloud itu sendiri.

Pada dasarnya, model dari layanan cloud dibagi menjadi 3, yakni:

  1. Software as a Service (SaaS)
  2. Platform as a Service (PaaS)
  3. Infrastructure as a Service (IaaS)

Yuk, kita bahas satu per satu.

Pertama, Software as a Service (SaaS) memudahkan pengguna untuk dapat memanfaatkan sumber daya perangkat lunak (baca: software) secara berlangganan tanpa perlu melakukan investasi untuk pembangunan infrastruktur yang dibutuhkan untuk software tersebut maupun untuk pembelian lisensinya. Hal ini memudahkan pengguna, sebab ia tidak dibebankan lagi dengan segala kegiatan maintenance seperti application update, patching, dll. karena telah dilakukan oleh cloud service provider. kelemahannya adalah kurangnya kendali penuh atas aplikasi yang pengguna sewa. Hanya fitur-fitur tertentu, serta kustomisasi tertentu yang dapat digunakan oleh pengguna, sehingga tidak semua pengguna cocok dengan model ini. Contoh dari pengguna dengan model SaaS meliputi:

  • Customer Relationship Management (Microsoft Dynamics, SalesForce)
  • Email (Outlook.com, Gmail)
  • Communication (Skype, Cisco WebEx)
  • Office (Office 365, Office Online, Google Docs)
  • Games (nVidia Grid)

Berikutnya adalah Platform as a Service (PaaS), di mana service provider telah menyediakan modul-modul siap pakai untuk memungkinkan pengembangan aplikasi menggunakan platform tersebut. dengan PaaS, pengguna tidak perlu lagi mengalokasikan sumber daya untuk kebutuhan perangkat keras (hardware) dan dapat berfokus pada application development-nya saja. Aplikasi dalam PaaS dapat memiliki front-end suatu portal/situs web, atau bahkan suatu API (application programming interface). Di sisi lain, kurangnya kendali atas hardware menjadi kekurangan model ini, dimana pengguna tidak memiliki kendali penuh atas sumber daya komputasi dasar yang tersedia seperti memory, storage, processor, dll. karena semua itu di telah diatur oleh penyedia layanan cloud. Contoh penggunaan cloud model PaaS seperti execution runtime, database, dan web server.

Terakhir dalam pembahasan ini yakni Infrastructure as a Service (IaaS) yang merupakan layanan yang “menyewakan” sumber daya dasar komputasi seperti halnya storage, processing power, memory, network capacity, dll. yang memberikan kebebasan penggunanya untuk menggunakan dan mengalokasikan infrastruktur tersebut sesuai dengan kebutuhan. Mirip dengan data center fisik, namun pada IaaS pengguna tidak perlu mengkhawatirkan mengenai fisik dari computing system resources tersebut. Penerapan IaaS seringkali berupa Virtual Machines, dimana pengguna dapat melakukan instalasi sistem operasi seperti Microsoft Windows maupun berbagai distribusi Linux / UNIX / BSD, lalu melakukan instalasi berbagai software yang dibutuhkan dalam virtual machine yang telah dibuat.

Mengenal Cloud Computing

Mengenal Cloud Computing

Beberapa tahun belakangan, cloud computing muncul sebagai salah satu istilah baru yang sangat populer di kalangan teknologi. Salah satunya perusahaan Microsoft yang sejak masa Satya Nadella mengusung etos “Cloud First, Mobile First”. Tidak hanya itu, banyak perusahaan cloud-based yang mulai terdengar namanya, seperti Nextbit, AWS, dll.

Jadi, apa itu cloud computing sesungguhnya?

Cloud dalam dunia teknologi merupakan istilah yang digunakan untung mendeskripsikan layanan yang menggunakan konsep cloud computing. Seperti halnya awan di langit yang terdiri dari miliaran molekul air namun dari kejauhan terlihat sebagai satu kesatuan, computing cloud merupakan suatu kluster dari berbagai komputer yang terhubung dalam satu jaringan, yang oleh pengguna pada umumnya dapat dilihat sebagai suatu sumber daya komputasi raksasa.

Penggunaan cloud dapat kita lihat dan gunakan ketika kita menggunakan fasilitas-fasilitas seperti: cloud storage (OneDrive, Google Drive); cloud gaming; virtual server; Office Online, dsb. di mana pengguna dapat menggunakan aplikasi-aplikasi yang ditawarkan tanpa harus melakukan instalasi aplikasi tersebut secara fisik di perangkat mereka, yang bisa berupa web browser, aplikasi mobile, terminal emulator, dll.

Hal ini tidak terbatas kepada pengguna end-user saja, melainkan sudah dapat dinikmati oleh mereka sebagai penyedia layanan melalui berbagai layanan cloud seperti Microsoft Azure, Amazon Web Service, dan lainnya. (Fasilitas yang didapatkan melalui layanan seperti Microsoft Azure akan dibahas di post lainnya.)

Keunggulan yang seorang IT administrator dapatkan dengan menggunakan layanan cloud seperti ini seperti:

  1. Keamanan data
    • Data disimpan dengan aman di server yang disediakan oleh cloud service provider dengan jaminan keamanan platform, ISO, dsb.
  2. Fleksibilitas dan skalabilitas yang tinggi
    • Dengan adanya cloud technology, seorang IT administrator dapat melakukan ubahan kapan pun dan di mana pun melalui jaringan internet.
    • Penambahan dan pengurangan kemampuan dari layanan yang kita miliki (contoh: storage) dapat dilakukan dengan mudah bahkan setelah layanan berjalan.
  3. Semua data tersimpan dalam server
    • Pengguna tidak perlu menyediakan infrastruktur seperti data center, storage, dll. bahkan terdapat pula cloud service provider yang menyediakan aplikasi siap pakai. Semua hal tersebut telah disediakan oleh cloud service provider, termasuk perawatan dan perbaikannya.

 

Hai kembali!

Hai, perkenalkan nama saya Adistianto Yuwono (Ian). Sekedar update, saya saat ini sedang menjalani masa perkuliahan di salah satu perguruan tinggi di Jakarta dengan program Teknik Industri dan Sistem Informasi (Dual Degree! lulus lebih lama deh, hehehe). Walaupun hidup menjadi lebih sibuk dengan aktivitas perkuliahan, namun minat dalam perkembangan teknologi dalam diri saya tentunya tidak pudar.

Dalam perjalanan di dunia perkuliahan, saya tertarik untuk mengikuti Open Recruitment Microsoft Student Partner (MSP) 2016. Oleh karena itu, hal-hal yang saya tulis di dalam blog ini akan tidak jauh dari materi-materi yang saya dapatkan selama training.

Selamat membaca!